Tugas Pendahuluan 1
Tugas Pendahuluan 1
1. Prosedur [kembali]
- Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
- Buka software Proteus 8.17
- Persiapkan alat dan bahan
- Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
- Buka software STM32Cube IDE
- Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6
- Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus
- Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi
- Konfigurasi kan program dengan software Proteus
- Jalankan simulasi rangkaian.
- Proses selesai
2. Hardware dan Blok Diagram [kembali]
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Rangkaian ini menggunakan dua sensor utama yaitu touch sensor dan PIR (Passive Infrared Sensor) yang dikendalikan oleh mikrokontroler STM32. Pada kondisi awal, sistem berada dalam keadaan siaga, di mana LED dan buzzer dalam kondisi mati. PIR aktif untuk mendeteksi adanya pergerakan manusia di sekitar area lorong, sementara touch sensor menunggu adanya sentuhan dari pengguna. Ketika touch sensor disentuh untuk pertama kali, sinyal output dari sensor akan dikirim ke mikrokontroler. Mikrokontroler kemudian memproses sinyal tersebut sebagai perintah aktivasi sistem. Sebagai respon, mikrokontroler menyalakan LED sebagai indikator visual bahwa sistem aktif, serta mengaktifkan buzzer sebagai alarm atau penanda suara. Pada saat yang sama, sistem juga menonaktifkan fungsi PIR, sehingga sensor gerak tidak lagi mempengaruhi kondisi rangkaian. Hal ini bertujuan agar sistem hanya dikontrol secara manual setelah aktivasi pertama.
Selanjutnya, selama kondisi aktif ini, LED akan tetap menyala dan buzzer tetap berbunyi sesuai logika program (bisa terus atau sementara tergantung coding). Karena PIR sudah dinonaktifkan, maka meskipun ada pergerakan di sekitar sensor, tidak akan terjadi perubahan pada output sistem. Dengan kata lain, prioritas kontrol telah berpindah sepenuhnya ke touch sensor.
Secara keseluruhan, prinsip kerja rangkaian ini menunjukkan sistem kontrol sederhana dengan konsep prioritas input, di mana touch sensor berfungsi sebagai trigger utama untuk mengubah mode operasi sistem, sedangkan PIR hanya berfungsi saat sistem belum diaktifkan oleh sentuhan. Sistem ini cocok digunakan untuk aplikasi seperti lampu lorong pintar yang dapat diaktifkan secara manual sekaligus memiliki fitur deteksi otomatis.
4. Flowchart dan Listing Program [kembali]
5. Video Demo [kembali]
6. Kondisi [kembali]
Download Datasheet Pir Sensor (klik disini)
Download Datasheet Resistor (klik disini)
Download Datasheet LED (klik disini)
Download Datasheet Buzzer (klik disini)
Komentar
Posting Komentar